Entri Populer

Minggu, 04 Desember 2011

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DI BENGKEL

 
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKERIN
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan kurikulum yang dilaksanakan diluar sekolah, yang merupakan tugas akademik yang diberikan kepada para siswa yang duduk dikelas  XII (dua belas)  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada semester V tahun pelajaran 2010/2011 dimana PRAKERIN ini sangat menentukan standar kualitas siswa yang bersangkutan pada jenjang pendidikan, yang bertujuan agar siswa dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan diharapkan  siswa dapat menyerap ilmu dari bengkel.

B. TUJUAN PRAKTEK  KERJA INDUSTRI
Setiap Pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia, maka didalam PRAKERIN mempunyai tujuan meliputi :

1.   Tujuan Umum :
a.  Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan siswa sehingga menambah bekal dikemudian hari
b. Membekali siswa dengan pengalaman yang sebenarnya didunia kerja     dengan masyarakat
c.  Dapat melatih disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya
d.  Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta
e. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk memantapkan dalam pengembangan dunia kerja


2.   Tujuan Umum :
a.  Untuk memantapkan ketrampilan siswa yang diperoleh  disekolah
b.  Agar siswa dapat mengembangkan teori pelajaran dari berpraktek langsung
c.  Untuk membekali siswa dengan pengalaman didunia kerja sebagai bekal dimasa yang akan datang
d.  Sebagai dasar kita mengambil data guna menyusun karya tulis atau laporan  Praktek Kerja Industri
e.   Sebagai syarat mengikuti UAS atau UAN

C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam menyusun laporan Praktek Kerja Industri, PENYUSUN menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data, yaitu :
  1. Metode Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diamati, yaitu dengan melihat langsung dari prakerin yang meliputi gedung lokasi, disiplin karyawan, cara kerja, cara perbaikan, komponen-komponen beserta kerusakan yang belum diperbaiki.
  1. Interview (Wawancara)
Yaitu dengan berwawancara secara langsung dengan orang-orang yang mengetahui masalah  atau persoalan yang diperlukan.
  1. Metode Literature (Perpustakaan)
Yaitu penulis mencari maupun meminjam buku-buku mesin yang dapat diperoleh diperpustakaan ataupun ditoko-toko buku yang berguna untuk menambah data dalam pembuatan laporan.
  1. Metode Praktek Langsung
Yaitu penulis mengadakan praktek agar mengetahui bagian-bagian, cara penyelesaian dan lain-lain sehingga mudah dalam memperoleh data yang diperlukan.







BAB II
MEMPERBAIKI SISTIM REM CAKRAM DAN SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN

A. DASAR TEORI REM TROMOL
1. Landasan Teori Umum
·         Pengertian Rem
Rem adalah komponen pengontrol umum untuk mengontrol kendaraan dan lainnya, dengan gerakan antara bagian yang berputar yaitu piringan dengan kanvas.
Laju kendaraan harus dapat dihentikan dengan paksa, maksudnya tidak harus menunggu kendaraan berhenti dengan sendirinya. Hal ini untuk keselamatan, kemudahan dan efisiensi waktu.
a.       Fungsi Rem :
Ø  Mengontrol laju kendaraan saat berjalan
Ø  Menghentikan kendaraan saat akan berhenti
Ø  Menghentikan kendaraan saat parkir

b.      Syarat Rem :
Ø  Mempunyai daya pengereman yang baik
Ø  Rem harus mudah diperiksa dan distel
Ø  Mudah dalam pengoperasian

c.       Macam-macam Rem :
Ø  Menurut Tempatnya
1)      Rem pada roda
2)      Rem pada propeller shaft
Ø  Menurut Letak
1)      Rem tangan
2)      Rem kaki
Ø  Menurut konstruksinya
1)      Rem Cakram
2)      Rem tromol
Ø  Menurut mekanisme penggeraknya
1)      Rem Tromol
2)      Rem hidrolik
3)      Rem udara
4)      Rem vacuum
5)      Rem booster
Ø  Gaya gerak rem tergantung  pada :
1)      Luas permukaan
2)      Besarnya tekanan

2.  Landasan Teori Khusus
Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
a. Komponen-komponen rem tromol :
1)      Kanvas dan sepatu rem
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan cara dikeling yang berfungsi menekan putaran tromol rem pada saat kendaraan dihentikan.
2)      Tromol rem
Fungsinya sebagai penahan putaran pada saat proses penggerakan berlangsung.
3)      Silinder rod
Terdiri dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong septum rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
4)      Piston
Fungsinya sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada master silinder yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut dilanjutkan oleh piston menekan masing-masing sepatu rem.
5)      Baut penyetel
Fungsinya menyetal kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem dengan cara memutar ke kiri atau ke kanan baut penyetel.
6)      Pegas pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula setelah melakukan pengereman.
7)      Bleeder plug
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
8)      Backing plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder roda.

b. Cara kerja rem tromol :
1)      Pada saat pedal rem diinjak
Apabila pedal rem diinjak maka tuas master silinder akan mendorong piston dan minyak rem didalam master akan terdorong oleh piston ke dalam pipa saluran tinggi. Minyak rem didalam pipa akan diteruskan ke silinder roda. Pada silinder roda, piston akan mendorong kanvas sehingga akan terjadi pengereman.
2)      Pada saat pedal dilepas
Apabila pedal dilepas maka pushrod akan bergerak mundur dan piston akan ikut bergerak mundur mengikuti pushrod. Karena pushrod tidak mampu mengalahkan tenagan pegas maka volume dalam ruang silinder membesar dan tekanan mengecil akibatnya pada sepatu rem akan kembali seperti semula.


I. Trouble Shooting Pada Rem Tromol
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü  Pengereman tidak bekerja
Pada saat pedal rem di injak trta[I kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi pengereman.
Penyebab :
1)      Kekurangan minyak rem
2)      Terdapat kebocoran pada pipa/sambungan
3)      Silinder utama mengalami kebocoran
Cara mengatasi :
1)      Tambahkan minyak rem
2)      Cari bagian yang mengalami  kebocoran dan perbaiki
3)      Perbaiki kerusakan silinder utama
ü  Rem bunyi
Penyebab :
1)      Kanvas ren aus/rusak
2)      Bantalan roda longgar
3)      Kontak yang tidak tepat antara kanvas dan tromol
Cara mengatasi :
1)      Ganti kanvas rem
2)      Kelonggaran bantalan roda diperbaiki
3)      Penyetelan kontak antara tromol dengan kanvas rem

B. Data Spesifikasi
Diameter dalam tromol
Srandart                            : 220 mm
Limit                                : 222 mm
Celah sepatu/kanvas dengan tromol
Standart                            : 7,5 mm
Limit                                 : 3 mm
Pedal rem
Tinggi pedal                      : 154,7 – 164,7 mm
Gerak bebas pedal             : 3-6 mm
Jarak cadangan prdal        : > 65 mm

C. Alat dan Bahan
a.  Mobil dengan rem tromol
b.  Kunci roda
c.  Dongkrak
d.  Kunci pas 10-11
e.  Kunci pas 12-13
f.  Tang
h.  Obeng
j.   Jangka sorong
k.  Majun
l.   Kompressor dan minyak rem

D. Proses Kerja
Keselamatam kerja :
ü  Menggunakan pakaian kerja
ü  Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
ü  Membongkar, merakit dan memasang sesuai prosedur
ü  Meletakkan komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang telah disediakan
ü  Apabila ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü  Mematuhi peraturan bengkel
ü  Menjaga kebersihan bengkel


E. Pembongkaran Rem  Tromol
1)      Angkat kendaraan dengan dongkrak
2)      Kendorkan baut pengikat roda
3)      Lepaskan roda
4)      Lepaskan tutup tromol
  5)      Lepaskan sepatu rem
  6)      Lepas pegas pengembali
 7)      Lepas kabel rem tangan
 8)      Lepas tuas rem tangan
 9)      Lepas silinder roda
10)  Lepas baut mounting silinder roda
11)  Lepaskan cirdip kabel rem tangan dan rem tangan dari back plate
12)  Lepas mur retainder roda
13)  Gunakan STT  untuk mengeluarkan shaft dengan back plat
14)  Lepas back plate

F. Pemeriksaan Rem Tromol
1)      Memeriksa tromol dari keausan, retak dan berkarat serta ukur diameter dalam tromol
2)      Memeriksa ketebalan kanvas, bila ketebalan kanvas dibawah standart/limit maka kanvas harus diganti. Bila yang aus salah satu shoe maka penggantiannya harus 1 set
3)      Memeriksa silinder roda dari keausan, kerusakan, retak dan berkarat
4)      Periksa strut rem dari kerusakan
5)      Periksa pegas-pegas dari karat aus dan lain-lain
6)      Periksa tuas sepatu rem tangan dari kerusakan

G. Perbaikan Rem Tromol
1)      Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan yang baru.
2)      Mengganti piston cup
Piston cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3)       Membleeding minyak rem
Minyak rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus di bleeding.

H. Pemasangan Rem Tromol
1)      Memasang back plate rem ke axle belakang
a)      Lumasi sealent  joint seam pad axle housing dan back plat
b)      Pasang axle shaft ke axle housing belakang
c)      Kencangkan mur back plat rem
d)     Pasang silinder roda dan kencangkan baut silinder roda mur pipa rem
e)      Pasang kabel rem tangan ke back plate

2)      Memasang silinder roda
a)      Berikan water fight sealent ke silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
b)      Pasangkan silinder roda ke back plate dan kencangkan bautnya
c)      Sambungkan pipa rem ke silinder roda dan kencangkan murnya
d)     Pasang plug cup ketempatnya
 3)      Memasang shoe
a)      Rakitlah part yang telah silepas sebelumnya
b)      Pasangkan penahan spring dengan menekan dan memutarkan pin penahan
4)      Memasang tromol rem
a)      Untuk mendapatkan celah maximum antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan ke bawah
b)      Pasang tromol sesudah memastikan bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
c)      Selesai melakukan pemasangan tekan pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol dengan shoe
 5)      Pasangkan roda dan kencangkan mur-murnya
6)   Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan

I. Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d karenakan piston cup  yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.

J. Pengetesan
1.   Pengetesan dalam keadaan diam
Yaitu dengan jalan penekanan pedal agak terasa keras, pada reservoir minyak rem terlihat bergerak bersamaan dengan pedal rem yang diinjak.
  1. Pengetesan dalam keadaan berjalan
Yaitu dengan pada saat kendaraan berjalan agak cepat lakukan pengereman secara tiba-tiba, hal ini dilakukan maju maupun mundur. Hal ini bartujuan untuk mengetahui kesetimbangan dari efek masing-masing roda.

B. DASAR TEORI SUSPENSI JENIS  PEGAS DAUN
  1. Landasan Teori Umum
Sistim suspensi adalah suatu mekanisme yang dipasang antara rangka, body dan roda. Yang berfungsi untuk menahan dan meredam kejutan selain bermanfaat bagi umur kendaraan, suspensi juga sangat bermanfaat
Bagi pengemudi dan penumpang yaitu mereka lebih nyaman dalam mengemudikan kendaraan.
Getaran roda pada kendaraan atau mobil pada umunya diartikan sebagai gerakan yang terjadi pada spring weight, spring weight adalah berat mobil yang ditumpangi sistim suspensi. Gerakan yang mengakibatkan ujung depan dan ujung belakang mobil bergerak disekitar ttik berat kendaraan disebut piccing, gerakan kendaraan mengayun dari samping kanan ke samping kiri disebut rolling,sedangkan gerakan mobilke atas dan ke bawah disebut bouncing.

  1. Landasan Teori Khusus
Pegas daun adalah pegas yang menitik beratkan pada kekuatan sehingga dapat menerima beban yang besar. Pegas yang digunakan menggunakan pegas semi epticical, jumlah pegas ada 5 lembar pada masing-masing roda. Tebal tiap lembar pegas kurang lebih 28 mm. dengan panjangyang berbeda-beda. Lembaran pegas disatukan menggunakan baut pengikat pada bagian tengah pegas dan clamp. Pada kedua ujung pegas no.1 atau pegas terpanjang di buat lobang sebagai tempat pemasangan pada gantungan rangka. Pegas daun yang dipasang pada rangka samping menggunakan 2 baut U dan plat.
Pada kedua ujung pegas diberi lapisan karet khusus untuk menghilangkan bunyi karena gesekan antara plat saat pegas daun bekerja menerima beban, agar karet tidak lepas maka diberikan penguat.
Komponen-komponen suspensi pegas daun :
1)      Peredam kejutan
Fungsi untuk mendapatkan keseimbanagan yang sempurna.
2)      Baud U
Berfungsi untuk menyatukan seluruh pegas sekaligus penghubungnya atau mengikat pada poros roda.
3)      Iner clip
Berfungsi mengikat salah satu plat penyusun dengan plat lainya agar lebih menyatu.
4)      Plat baud U
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
5)      Unit penyangga
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
6)      Karet pelapis
Berfungsi untuk melapisi anatara pelat baja yang satu dengan yang lainnya agar pada saat pemasangan tidak terjadi bunyi.
7)      Baud inti fungsinya untuk mengikat seluruh plat baja menjadi satu kesatuan agar lebih kuat.
8)      Lower dan upper arm


II. Trouble Shooting Pada Suspensi Jenis Pegas Daun
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü   Kendaraan bergoyang/pantulanya tidak baik
Penyebab :
1)      Peredam kejutnya patah
2)      Mur pengikat baut U kurang kencang
Cara mengatasi :
1)      Ganti peredam kejut yang patah
2)      Kencangkan mur pengikat baut U sesuai spesifikasi.
ü   Kendaraan tidak nyaman waktu dikendarai
         Penyebab :
1)      Pegas daun patah
2)      Peredam kejut lepas/patah
Cara mengatasi :
1)      Ganti pegas daun yang patah
2)      Jika peredam kejut lepas pasang kembali dan jika patah harus diganti

B. Pemeriksaan Pendahuluan
Sebelum melakukan perbaikan, pasti ada yang timbul dari kendaraan tersebut, dan harus diperiksa terlebih dahulu. Tempatkan kendaraan pada tempat yang rata (diam dan belum ada beban) lalu tekan kendaraan apakah pegas daunya bekerja dengan baik ataukah tidak.

C. Alat dan Bahan
1.      Kunci pas
2.      Kunci ring
3.      Kunci inggris
4.      Kunci sock
5.      Obeng (-) dan (+)
6.      Palu
7.      Feller gauge
8.      Katrol
9.      Tang jeit
10.  Tang biasa
11.  Kunci T
12.  Kunci roda
13.  Dongkrak
14.  Ring expander
15.  SST

D. Proses Kerja
  1. Langkah keamanan
a)      Carilah tempat yang rata dan bersih
b)      Siapkan alat-alat yang dibutuhkan
c)      Pakailah wearpack
  1. Pembongkaran/melepas shock absorber belakang
a)      Dongkrak kendaraan
b)      Lepas mur mounting bawah
c)      Leaskan mur mounting atas kemudian lepaskan shock absorbernya
  1. Melepas pegas daun
a)      Angkat kendaraan (dongkrak) dengan menggunakan shald rigid untuk menopang body kendaraan



Catatan : Janagan menggantungkan axle housing dengan menggunakan brake house atau pipa selang rem hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada house dan pipa. Gunakan stand untuk menompang axle housing seperti tampak pada gambar.
b)      Lepaskan roda belakang dan clamp kabel rem tangan
c)      Lepaskan baud dan mur U
d)     Lepaskan mur dan pin chasis
e)      Lepaskan mur baud depan leaf spring dan lepaskan spring
  1. Melepas suspensi belakang
E. Pemeriksaan Suspensi Jenis Pegas Daun
  1. Periksa shock absorber belakang dari :
Periksa dari kemungkinan aus dan kerusakan
a)      Periksa busing-busing dari keruskan dan aus
b)      Periksa dari kebocoran oli
c)      Bila ada kelainan dari komponen yang diperiksa maka gantilah segera
  1. Periksa daun bump stopper
Periksa dari kemungkinan kerusakan atau patah, jika terdapat kelainan maka gantilah segera lalu periksa bump stopper dari posisinya, bila tidak sesuai dengan ketentuan maka gantilah segera.
  1. Periksa bush per daun
Periksa dari kerusakan atau aus, bila ada kerusakan gantilah segera.
  1. Periksa wheel disk, mur dan bearing
a)      Periksa wheel disk dari kebocoran, karat dan retak. Bila ada kelainan harus diganti
b)      Periksa kekencangan mur wheel (roda) bila perlu kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
Momen pengencangan (@) : 1.013.0 kgm.
  1. Periksa keadaaan bearing roda, dari ke rusakan pada saat mainnya roda.
Gunakan DTI (Dial Indikator)
Batas main “a” : 0.8 mm
Bila diluar batas main, gantilah segera
  1. Dengan memutar roda, periksa bearing dari suara tidak normal, bila ada maka gantilah bearing.
F. Pemasangan Suspensi Jenis Pegas Daun
  1. Pemasangan shock absorber
Langkah pemasangan shock absorber :
a)      Pasang shock absorber
b)      Kencangkan murnya sesuai dengan spesifikasi
·         2.2-3.5 Kg/m
·         3.5-5.5 Kg/m
c)      Turunkan kendaraan
  1. Pemasangan pegas
Catatan : Leaf spring kiri dan kanan dibuat tidak sama untuk prosedur pemasanganya pakailah baud rubber slippada spring yang terpasang dari arah dalam ke arah luar krndaraan.
Bersihkan pin brush dengan air/sabun.
Jangan memberikan oli pada brush
a)      Pasang baud leaf spring dari arah luar kendaraan kea rah dalam
b)      Pasang knuckle pin dari tengah ke luar kendaraan
 c)      Pasang baud dan mur U pada lubang dudukan spring dengan benar, kemudian kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
“a” : 8.0-1.0 kg/m
 d)     Kencangkan mur-mur pin dan mur spring depan sesuai dengan spesifikasinya.
Momen pengencangan :
“a” : 8.0-10.0 kg/cm
“b” : 4.0-5.0 kg/cm
e)      Pasang kabel remt tangan dan clam dengan baik
f)       Pasang roda belakang dan kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
g)      Turunkan kendaraan

G. Perbaikan Suspensi Jenis Pegas Daun
a.    Apabila pegas daun sudah robek/patah, maka dapat diperbaiki dengan disambung menggunakan las. Tetapi kekuatannya akan berkurang, jadi lebih baik diganti dengan yang baru.
b.   Jika shock absorber sudah tidak dapat bekerja maka harus diganti.
c.    Jika baud U dan inti ulirnya sudah aus maka harus segera diganti agar dapat mengikat dengan kuat jika tidak diganti akan timbul bunyi.
d.         Apabila busing sudah pecah harus diganti jika tidak maka akan menjadi kerusakan saat menerima beban atau kejutan.



H. Kesimpulan
Pada beberapa jenis mobil (colt diesel 120) PS menggunakan suspensi roda kanan dan kiri dipasang diujung axle tunggal yang ditempatkan pada body. Axle rigid yang biasanya dibuat dari baja tempa pejal yang berbentuk “I” sehingga salah satu komponen suspensi roda belakang axle rigid pada colt diesel rusak contohnya, maka akan mempengaruhi mekanisme kerja dari sistim suspensi itu sendiri, dan juga banyak dari komponen-komponen suspensi  roda belakang pada Suzuki carry contohnya yang rusak, perlu diperbaiki dan bahkan diganti dengan yang baru.

I. PENGUJIAN
  1. Pengetesan dalam keadaan berhenti
Dalam keadaan berhenti komponen-komponen yang telah diganti dapat dites dengan cara digoyang-goyang dari dalam mobil apakah penolakan dari shock absorber sudah beres ataukah belum beres.
  1. Pengetesan dalam keadaan berjalan
  2. Apabila kendaraan dengan cepat atau pada jalan yangtidak rata akan mempengaruhi sistim suspensi. Maka pada sistim suspensi timbul reaksi dan apabila suspensi dapat bekerja dengan normal  tidak timbul bunyi-bunyi benturan berarti suspensi sudah baik.









BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
  1. Kesimpulan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Banyak sekali sistim pada kendaraan yang telah saya praktekan dibengkel “MUNTHE GROUP” antara lain adalah sistim transmisi, sistim suspensi, sistim rem, sistim pengapian, sistim pendinginan, perbaikan body, kelistrikan dan masih banyak yang lainnya. Penulis mengambil salah satu sistim yang telah di praktekan yaitu “MEMPERBAIKI SISTIM REM TROMOL DAN SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN” .
Kegiatan prakerin sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah dengan didunia kerja secara nyata.

  1. Kesimpulan tentang bengkel
Letak bengkel “MUNTHE GROUP
” dengan mudah dapat dicari karena letak bengkel yang begitu strategis dan dengan didukung :
a.             Management dalam bengkel yang sukup baik karena masing-masing karyawan melaksanakan tugas dengan semestinya.
b.            Kesehatan serta keselamatan kerja karyawan sangat di perhatikan dan di utamakan.
c.             Bengkel “MUNTHE GROUP
” merupakan bengkel yang telah lama berdiri dengan 5 montir berpengalaman .
  1. Relevensi pelajaran disekolah dengan dunia kerja
Selama melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) dibengkel “MUNTHE GROUP” penulis sedikit mengalami perbedaan pendapat, teori, dan praktek. Dilihat dari beberapa segi antara lain :
a.       Segi bahasa
Dalam pemaikian bahasa disekolah masih asli dari pabriknya atau bahsa teknik, sedangkan dibengkel memakai bahsa umum yang sering dipakai pada bengkel-bengkel lainnya agar hubungan antara bengkel dan karyawan lancar karena penggunaan bahasa yang digunakan sama.
b.      Segi pelayanan
Dalam teori disekolah saat memperbaiki kendaraan harus sesuai dengan ketentuan dari pabriknya, sedangkan dibengkel belum tentu sesuai dengan ketentuan dari pabriknya dan terkadang mengganti komponen dari suatu kendaraan bukan komponen aslinya, hal itulah yang patut menjadi acuan dari para pelajar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan didunia kerja yang sesungguhnya.
  1. sikap kerja yang harus dimiliki para mekanik pemula pada saat dibengkel adalah :
a.       Sabar dan teliti
b.      Harus bisa menggunakan alat sesuai fungsinya
c.       Harus bisa mengerti dan biasa mengerjakan masalah apa yang sedang dihadapi
d.      Harus bisa menjaga keselamatan kerja
e.       Efisiensi terhadap waktu
  1. Juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dibengkel dan menjalin kerja sama yang baik dengan montir, terutama montir yang sudah senior.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar