Entri Populer

Selasa, 06 Desember 2011

Halogen


SIFAT-SIFAT UNSUR
A. GAS MULIA
            Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi). Berikut sifat fisika dan kimia gas mulia.
1. Sifat Fisika
            Gas mulia mempunyai titik leleh serta titik didih sangat rendah. Titik didih Helium mendekati nol absolute (0K). Titik didih gas mulia hanya beberapa derajat di atas titik lelehnya. Rendahnya titik didih gas mulia dapat diterangkan sebagai berikut:
Gas mulia terdapat sebagai molekul monoatomik . Gaya tarik menarik antar molekulnya hanyalah gaya London (gaya dispersi) yang lemah. Oleh karena itu gas mulia hanya ajan mencair atau menjadi padat jika energi molekul-molekulnya menjadi sangat dilemahkan, yaitu pada suhu yang sangat rendah. Dari atas ke bawah, seiring dengan bertambahnya massa atom relatif, gaya dispersi semakin besar dan titik leleh serta titik didihnya juga meningkat.
2. Sifat Kimia

            Kereaktifan gas mulia bertambah besar sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya, yaitu dari atas ke bawah. Pertambahan jari-jari atom mengakitbatkan daya tarik inti terhadap electron kulit luar berkurang, sehingga elektronnya semakin mudah oleh atom lain. Unsur gas mulia hanya dapat berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif seperti fluorin dan oksigen.
B. HALOGEN
            Unsur-unsur gol VII A diebut Halogen. Berikut sifat fisika dan sifat kimua Halogen:
1. Sifat Fisika
            Beberapa sifat fisika Halogen adalah:
Ø  Konfigurasi elektronnya menunjukkan bahwa Halogen mempunyai elektron  valensi n52np5
Ø  Titik didih dan titik leburnya semakin tinggi
Ø  Energi ionisasinya yang tinggi mengakibatkan unsur halogen sukar melepaskan elektronnya untuk menjadi Ion Positif
Ø  Afinitas elektronnya yang tinggi (4H berharga negative, berarti pada saat menangkap elektronnya dilepaskan energi) menyebabkan Halogen sangat mudah menangkap elektron untuk menjadi ion negative.
Ø  Energi diionisasi ikatan x-x dalam suatu golongan dari atas ke bawah menunjukkan perubahan yang cenderung semakin kecil.
2. Sifat Kimia
            Beberapa sifat kimia Halogen:
Ø  Merupakan unsur non logam yang paling reaktif
Ø  Dengan sebuah elektron tak berpasangan pada konfigurasi elektronnya memungkinkan Halogen dengan mudah membentuk ikatan kovalen
Ø  Afinitas elektronnya yang tinggi mengakibatkan Halogen mudah membentuk ion negative dan membentuk senyawa dengan berikatan ion
Ø  Beberapa Halogen dapat bereaksi langsung denan unsur lain membentuk suatu Halida
Ø  Daoat bersenyawa dengan semua unsur, termasuk fluorin

C. LOGAM ALKALI
1. Sifat Fisika Logam Alkali
            Beberapa sifat fisika dari logam alkali yaitu:
v  Konfigurasi elektron valensi logam alkali adalah ns1. Dengan demikian apabila melepaskan sebuah elektron membentuk ion+1, akan didapat konfigurasi elektron yang stabil (seperti gas mulia)
v  Energi ionisasinya yang relatif rendah mengakibatkan logam alkali akan sangat mudah melepaskan elektron valensinya untuk membentuk ion +1
v  Peotensial elektrodenya yang rendah menunjukkan bahwa logam alkali merupakan reduktor yang sangat kuat
2. Sifat Kimia Logam Alkali
            Kereaktifan logam alkali ditunjukkan oleh reaksi-reaksinya dengan beberapa unsur non logam. Logam Alkali merupakan golongan logam yang paling reaktif. Kereaktifan meningkat dari atas ke bawah (dari Litium ke Fransium). Kereaktifan logam alkali berkaitan dengan energi ionisasinya yang rendah. Sehingga mudah melepaskan elektron. Hampir semua senyawa logam alkali bersifat ionik dan mudah larut dalam air.
            Bila logam alkali dimasukkan kedalam air atau di tetesi air, akan terjadi nyala api diatas permukaan air. Logam alkali dalam ammonia yangmurni akan membentuk larutan berwarna biru dan merupakan sumber  elektron yang tersolvasi

D. LOGAM ALKALI TANAH
            Logam alkali tanah meliputi berilium, magnesium, kalsiu, strontium, barium dan radium. Keenam unsur ini terlterak pada golongan IIA
1. Sifat Fisika Alkali Tanah
            Dari berilium ke barium jari-jari atom akan meningkat secara beraturan. Pertumbuhan jari-jari menyebabkan penurunan energi pengionan dan keelektronegatifan. Potensial electrode juga meningkat dari kalsium ke barium, akan tetapi berilium menunjukkan penyimpangan karena potensial elektrodenya semakin kecil.
            Titik didih dan titik cair cenderung menurun dari atas kebawah. Titik cair, rapatan, dan kekerasan logam alkali tanah lebih besar jika dibandingkan dengan logam alkali seperiode.

2. Sifat Kimia Alkali Tanah
            Sifat kimia alkali tanah adalah logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan litium, magnesium kurang reaktif dibandingkan natrium dan seterusnya. Logam alkali tanah mempunyai 2 elektron valensi.

E. UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA
            Unsur-unsur dalam satu periode sifat-sifatnya berubah secara beraturan.
1. Sifat Fisika Periode Ke Tiga
            Titik didih  dan titik cair unsur-unsur periode ketiga dari kiri kekanana meningkat secar bertahap hingga mencapai puncaknya pada golongan IVA (Silikon). Kemudian turun secara drastic pada Golongan VA (fosforus). Jadi titik cair tertinggi dimiliki oleh silicon, sedangkan titik cair terendah dimiliki oleh Argon.
            Kecenderungan titik cair dan titik didih unsur periode ketiga dapat dipahami sebagai berikut:
·         Natrium, magnesium, dan aluminium mempunyai ikatan  logam
·         Silicon mempunyai struktur kovalen raksasa (seperti Intan)
·         Fosforus, belerang, klorin dan argon terdiri dari molekul-molekul nonpolar sehingga hanya dikukuhkan oleh gaya vanderwalls yang relatif lemah
Natrium, Magnesium, dan Aluminium merupakan konduktor listrik dan panas yang baik serta menunjukkan kilap logam yang khas.


KEGUNAAN UNSUR-UNSUR KIMIA DI ALAM
a. Kegunaan unsur dan senyawa Alkali dan Alkali Tanah?
            Paduan Natrium dan Kalium digunakan sebagai desiccant untuk  untuk mengeringkan pelarut. Natrium juga digunakan sebagai sodium vapour lamps. Cahaya yang dihasilkan lebih efisien sehingga banyak digunakan untuk menerangi jalan raya di kota-kota.
            Unsur k digunakan sebagai pupuk dalam bentuk senyawa klorida, sulfat dan karbonat. Kalium karbonat digunakan juga dalam pembuatan gelas sehingga gelas yang dihasilkan lebih kuat.
            Unsur Li terkandung dalam beberapa jenis  batu baterai karena mempunyai potensial electrode yang tinggi.
            Unsur Sesium dimanfaatkan sebagai jam atom yang berguna untuk menghitung standar pengukuran detik.
            Magnesium banyak digunakan sebagai bahan beberapa komponen kendaraan. Magnesium Hidroksida digunakan sebagai milk of magnesia, garam klorida dan sitratnya digunakan sebagai suplemen kesehatan dan garam sulftanya (garam Epsom) dimanfaatkan diberbagai bidang kesehatan.
            Kalsium digunakan sebagai paduan dengan logam lainnya seperti Aluminium, Timbel, dan Tembaga dalam pembuatan logam Barium dan Uranium, dangan cara reduksi.

b. Kegunaan Aluminium dan senyawanya
            Logam tersebut merupakan penghantar panas dan listrik yang baik serta dapat memantulkan panas dan cahaya.
            Logam Aluminium juga digunakan sebagai bahan bahan mobil,pesawat terbang, truk, kereta api, dll. Selain itu, aluminium juga digunakan sebagai rangka botol minuman ringan dan makanan kaleng.

c. Kegunaan Logam Transisi dan senyawanya
            Logam-logam transisi seperti emas, perak, dan platina, logam ini banyak digunakan sebagai perhiasan. Selain itu, besi juga digunakan dalam pembuatan baja, tembaga digunakan sebagai isi kabel,pipa, koin, seng digunakan dalam pembuatan kuningan.

F. PEMANFAATAN UNSUR-UNSUR GAS MULIA DAN SENYAWANYA
            Banyak dimanfaatkan sebagai gas dalam lampu, misalnya: Argon, Kripton dan Xenon.
Helium juga digunakan sebagai pengisi balon dan mainan dan balon udara.
            Neon banyak digunakan dalam lampu iklan (reklame)


DAMPAK UNSUR KIMIA
A. LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH
            Logam-logam alkali dan alkali tanah, terutama logam alkali mempunyai sifat reaktif, mudah terbakar, dan meledak.
B. SENYAWA NON LOGAM
            Senyawa non logam seperti ozon merupakan bahan yang beracun. Bersifat sangat korosif (cepat menimbulkan karat pada logam) dan berbahaya untuk kesehatan manusia juga terhirup dalam jumlah yang banyak.           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar